hujan turun lagi. .
Hujan + teh panas + pisang goreng = mantap
hujan + payung + jalan-jalan = asik
hujan + jendela + daun = sendu
hujan + jalanan + anak kcil lari-larian = riang
hujan + aku + kamu = hari yang sempurna
Minggu, 05 Desember 2010
sekarang,
mungkin benar apa kata adikku. Yang aku butuhkan dalam suatu hubungan adalah perhatian dan kehadiran yang tidak pernah ada absen. Bukannya janji manis tentang masa depan atau kencan impian yang entah akak terwujud kapan.
Aku hanya ingin perhatian dan kehadiran.
Dalam jengahku aku benar-benar tak ingin dengar kata-kata 'aku sibuk', 'belum sempat', 'kita lihat aja besok', atau yang lain. Aku hanya ingin saat ini ,sekarang. Karena sekaranglah aku hidup, sekaranglah aku butuhkanmu. Bukan besok, bukan suatu hari nanti.
Memang terlihat betapa egoisnya aku ini. Tapi memang ini nyatanya, memang tak selamanya aku bisa mengerti keadaanmu. Aku juga ingin kau mengeriti apa mauku dan keadaanku.
Aku hanya ingin perhatian dan kehadiran.
Dalam jengahku aku benar-benar tak ingin dengar kata-kata 'aku sibuk', 'belum sempat', 'kita lihat aja besok', atau yang lain. Aku hanya ingin saat ini ,sekarang. Karena sekaranglah aku hidup, sekaranglah aku butuhkanmu. Bukan besok, bukan suatu hari nanti.
Memang terlihat betapa egoisnya aku ini. Tapi memang ini nyatanya, memang tak selamanya aku bisa mengerti keadaanmu. Aku juga ingin kau mengeriti apa mauku dan keadaanku.
Jumat, 03 Desember 2010
aku ingin lepas
baru kali ini aku kehilangan nafsu makan. Benar- benar hilang nafsu makanku. Mi yang pada awalnya kupikir lezat nyatanya hanya mampu tertelan 5 suapan. Kopi susu yang biasanya sangat kugemari hanya terminum 2 tegukan saja.
Kulihat mkan pagiku di meja, aku benar- benar ingin muntah. Aku tak tau ada apa denganku. Rasa- rasanya seperti kehilangan kemampuan untuk bertahan tetap semangat.
Memikirkan semua ini membuat hatiku terasa tergerus oleh sesuatu yang aku juga belum mengerti.
Sekarang, aku hanya ingin lepas dari semua ini, dari sarapan pagi, dan dari penat hati.
Aku ingin berlari. Lepas. .
Kulihat mkan pagiku di meja, aku benar- benar ingin muntah. Aku tak tau ada apa denganku. Rasa- rasanya seperti kehilangan kemampuan untuk bertahan tetap semangat.
Memikirkan semua ini membuat hatiku terasa tergerus oleh sesuatu yang aku juga belum mengerti.
Sekarang, aku hanya ingin lepas dari semua ini, dari sarapan pagi, dan dari penat hati.
Aku ingin berlari. Lepas. .
Langganan:
Komentar (Atom)