Aku bahagia karena masih memimpikanmu. mimpi terindah namun semu. kau memintaku kembali untuk mendampingimu. namun aku tau semua itu hanya ada dalam bunga tidurku malam itu. kebahagiaan semu, karena kutau tak kan lagi kita bisa bertemu.
namun kebahagiaan yang sebenar-benarnya adalah ketika aku terjaga. memilika seseorang terhebat dalam hidupku, tidak, bukan lagi kamu, tapi dia.pandangan mata itu, aku ingat betul. pandangan yang tak pernah bisa meluka. pandangan yang terus setia. dialah penawar segala sakit dan luka, dialah penyegar setiap dahaga. dialah pelipur lara penghapus duka, dialah semua dari semua yang ada di dunia. sosok terhebat, terkuat, tertabah, dan tersabar yang pernah kujumpa. setiap katanya adalah rasa, setiap sikapnya adalah cinta. aku selalu senang mendapatinya tersenyum ketika dia menatap, dan tertawa dengan candanya. aku merasa berharga ketika dia ikut merasa kegundahanku dan selalu menjadi yang pertama untuk mengertiku. dia yang selalu ada untuk aku yang sebenarnya tak pantas untuknya.
ya kamu masih menjadi pangeran dalam tahta ilusiku, dan kamu juga tak lebih dari hantu dalam pikiranku. suatu saat kau pasti akan juga meninggalkan kastilmu. aku tahu itu.
dan untuknya yang selalu kupuja. kepribadiannya tak layak kugolongkan sebagai manusia, anak adam dan hawa. bagiku dia adalah malaikat yang diutus oleh Tuhan dan menjadi penunjuk arah sekaligus jawaban dari semua doa. kehadirannya adalah pertanda bahwa aku masih layak untuk dicinta. dan cinta pemberiannya tak sebanding cinta dengan dunia manusia, cintanya adalah keagungan sang kuasa.
lakumu ksatria, hatimu brahmana.
dan malaikatku, tetaplah menjadi senandung tidurku dan matahari pagiku. hanya keberadaan cintanya yang ingin kurasa sebelum kupejamkan mata dan hanya kehangatan cintanya yang selalu ingin kuresap saat ku terjaga..
tetaplah disini wahai dia malaikatku.
Jumat, 26 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar